Diminta Maju Pilgub Jatim, Mas Rio Ungkap Gotong Royong Biayai Pilkada Situbondo

Diminta Maju Pilgub Jatim, Mas Rio Ungkap Gotong Royong Biayai Pilkada Situbondo

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio mengungkap biaya politik saat dirinya maju dalam Pilkada Situbondo 2024 tidak hanya berasal dari kantong pribadi.

Para kiai, santri, relawan hingga masyarakat disebut ikut bergotong royong mengumpulkan biaya untuk mendukung perjuangannya.

Hal itu disampaikan Mas Rio saat live TikTok pada Rabu (23/9/2026) pagi, ketika menanggapi dorongan masyarakat agar dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029 mendatang.

Mas Rio mengatakan pengalaman Pilkada 2024 membuat dirinya memahami besarnya biaya yang dibutuhkan dalam kontestasi politik.

“Buat Pilkada kemarin sudah habis. Saya enggak punya uang,” kata Mas Rio.

Ia menyebut dukungan finansial saat Pilkada 2024 datang dari berbagai unsur. “Di Situbondo kiai-kiai urunan selain uang saya pribadi,” ujarnya.

Menurut Mas Rio, gotong royong tersebut juga dilakukan para santri dan relawan. “Santri-santri urunan, relawan-relawan urunan, bikin kaos sendiri,” katanya.

Mas Rio secara khusus menyebut Kiai Kholil As'ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, turut mengeluarkan biaya selama proses Pilkada.

“Kiai Kholil banyak mengeluarkan uang untuk tim dan konsumsi,” tuturnya.

Ia menegaskan seluruh uang yang telah dikeluarkan dalam Pilkada tersebut sudah diikhlaskan. “Saya ikhlaskan semuanya,” ujarnya.

Masyarakat Jadi Modal Utama

Bagi Mas Rio, gotong royong tersebut menunjukkan dukungan masyarakat dalam perjalanan politiknya. Karena itu, ketika muncul dorongan agar dirinya maju ke tingkat provinsi, ia tidak serta-merta menyatakan siap.

“Ramai sekarang yang minta Mas Rio jadi gubernur,” katanya.

Namun, Mas Rio menyebut keputusan politiknya tetap bergantung pada arahan Kiai Kholil. “Saya sudah masrahkan diri kepada Kiai Kholil,” ujarnya.

Ia juga menegaskan jabatan politik baginya merupakan sarana untuk melayani masyarakat. Selama menjadi bupati, ia menyebut dapat membantu warga melalui bedah rumah, pembangunan jalan dan kebijakan yang menyasar masyarakat kecil.

“Semua tergantikan dengan batin. Tempat saya di politik. Kerjanya melayani masyarakat,” pungkasnya.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index